KABUPATEN PASURUAN BUTUH WIDYAISWARA

Selasa, 20 Januari 2015 08:43:45 - oleh : admin
KABUPATEN PASURUAN BUTUH WIDYAISWARA

SUARA PASURUAN – Badan Penelitian Pengembangan dan Diklat Kabupaten Pasuruan membutuhkan tenaga Widyaiswara, untuk kepentingan Pelatihan Bagi jajaran Aparatur Pemkab Pasuruan.

Hal tersebut seperti yang ditegaskan DR. Moch Nasir, Kepala Balitbang Diklat Kabupaten Pasuruan, di sela-sela kesibukannya, Senin (19/01). Menurutnya, alasan dibutuhkan Widyaiswara tak lain untuk menghemat anggaran yang digunakan untuk mendatangkan seorang Widyaiswara dari luar Kabupaten Pasuruan.

“Kita tidak memiliki seorang widyaiswara sama sekali. Untuk itu, kalau ada diklat, selalu mendatangkan dari luar, dan setiap widyaiswara biayanya juga relatif lebih besar bila dibanding dengan widyaiswara yang kita punyai sendiri,” akunya kepada Suara Pasuruan.

Sampai sejauh ini, untuk keperluan pelatihan aparatur Pemkab Pasuruan selalu mendatangkan widyaiswara dari Balitbang Propinsi Jawa Timur, maupun Perguruan Tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemkab Pasuruan, diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, serta Universitas Islam Negeri Malang. Kata Nasir, andaikata Pemkab Pasuruan memiliki widyaiswara sendiri, maka tak perlu lagi menyewa jasa dari luar Kabupaten Pasuruan.

“Widyaiswara tidak hanya berfungsi mengajar, mendidik dan melatih dalam arti sempit namun ia juga berfungsi sebagai fasilitator, moderator, konsultan, dinamisator, inspirator peneliti dan bahkan harus mampu sebagai pemimpin dan pengayom serta pelayan. Dengan kata lain widyaiswara memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan kualitas pembelajaran  pada suatu diklat,” akunya.

Lebih lanjut Nasir menambahkan, pihaknya membutuhkan setidaknya 5 orang widyaiswara. Kelima orang tersebut akan memberikan materi pelatihan bagi 5 kelas pengajaran atau ruang yang ada di Balitbang Kabupaten Pasuruan. Oleh karenanya, pihaknya membuka kesempatan untuk setiap PNS di Lingkup Pemerintah Kabupaten Pasuruan, agar mendaftarkan diri menjadi Widyaiswara dengan persyaratan yang sesuai.

“Usianya tak boleh lebih dari 48 tahun. Yang jelas berpengalaman dan memiliki serrtifikat pelatihan di bidang apapun. Jabatan Fungsional Widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lembaga Diklat Pemerintah, yang diduduki oleh PNS dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang,” terangnya. (emil)

Informasi "Berita SKPD" Lainnya